” Kita demo BBM-nya ramai-ramai, bukan mendemo kenaikannya. Kalau setiap kenaikan BBM didemo, kita hanya akan terampil berdemo. Tapi kalau BBM-nya yang kita musuhi, kita akan lebih kreatif mencari jalan keluar bagi bangsa ini ke depan. “

Catatan Dahlan Iskan

Minggu, 18 Maret 2012
Manufacturing Hope 18

Dukungan untuk lahirnya Putra Petir terus mengalir, sampai-sampai saya tak mampu membalas satu per satu email yang masuk. Tak hanya dari seluruh Indonesia, tanggapan juga datang dari mancaneragara.

Putra-putra petir yang sekarang bekerja di luar negeri terlihat antusiastis. Seorang doktor yang sejak S-1 sudah belajar di Jepang menulis bahwa kelahiran Putra Petir adalah keharusan.

Email juga datang dari ahli-ahli ITS Surabaya, ITB Bandung, UGM Jogjakarta, USU Medan, dan banyak lagi. Kiriman email dari luar kampus juga sangat konkret.

Seorang ahli yang kini menekuni microturbine (turbin dan generatornya berada dalam satu kemasan kompak yang sistemnya sudah bisa menyerap panas mesin itu sendiri menjadi energi listrik tambahan), langsung melangkah. Dia akan membeli mobil Kijang untuk diganti mesinnya dengan mesin mobil listrik. Dalam dua bulan sudah akan jadi mobil listrik yang bisa saya pakai ke kantor.

Saya sampaikan padanya, jangan menggunakan merek mobil yang sudah ada…

Lihat pos aslinya 1.715 kata lagi

Ganti Hati: Tantangan Jadi Menteri

Buku yang sangat menjelaskan bagaimana keseharian Pak DIS ( panggilan Dahlan Iskan) selama beberapa bulan menjadi menteri BUMN dan flashback kesehariannya selama menjabat menjadi CEO PLN selama 2 tahun kurang. Khusus pengalaman pak DIS selama berada di PLN dapat anda baca di buku “Dua Tangis dan SEribu Tawa”. Review buku tersebut pernah saya tulis di sini. Oh ya , sayangnya aksi pak DIS yang mengamuk di gerbang tol itu belum dijelaskan disini. Mungkin akan hadir di karya selanjutnya. Kita tunggu saja.. hhehe

Memang saya tidak memiliki buku ini. Saya membaca buku teman saya. Kebetulan dia dari dulu sudah suka dengan tulisan2 pak DIS. Bahkan ketika masih di muat dikoran saja, dia sudah mengikutinya.

Saya pun membacanya buku yang baru terbitkan pada Rabu (29/2/2012) , tak terasa sudah sebagian besar buku ini sudah saya baca. Sangat menarik.

Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jokob Oetama, menyerahkan buku kepada sang penulis yaitu Menteri BUMN Dahlan Iskan, di acara peluncuran 3 buku, tulisannya berjudul, Dua Tangis dan Ribuan Tawa, Ganti Hati serta Tidak Ada yang Tidak Bisa, di Kompas Gramedia Fair, Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Rabu (29/2/2012)

Juga cerita Pak DIS selama proses ganti hati di Cina juga ada disini. Hebatnya semua dijelaskan secara terinci, dengan sudut pandang pak DIS sendiri. Bagaimana dia tinggal di kamar rumah sakit hingga masuk ke kamar operasi.

Buku yang harus, menurut saya, untuk dikoleksi bagi para penggemar tulisan beliau. Bahasa yang sangat informatif ditambah foto-foto berwarna di bagian tengah buku, dapat memberikan gambaran secara tepat bagaimana keadaan pas DIS selama proses ganti hati.

Juga terdapat sms dan email dari orang-orang yang memberikan dukungan atau sekedar bertanya masalah lain. Dan tentu dijawab oleh beliau. walau tak selalu dijawab serius oleh nya. hhehe

FTV shooting di Bintaro Plaza

Rabu, 21 Maret 2011, pukul 13.30 saya baru saja menyelesaikan kuliah hari ini. Kebetulan saya tidak lansung pulang. Ada teman yang ingin ke Bintaro Plaza untuk mengambil Laptopnya yang diservis disana. Saya pun menemaninya, sekalian mau tau tempat service laptop di BP. Siapa tau suatu saat laptop saya juga harus diservis.

Ketika hendak pulang, kami melihat di sekitaran J.co bintaro plaza terdapat shooting set. Peralatan merekam adegan film, lengkap dengan kamera, lighting, dan rail. Pemandangan yang sudah biasa terjadi di BP. Sebenarnya tidak cuma sekali saya melihat persiapan seperti ini di bp. Sebelumnya juga pernah melihat waktu jalan2 di Gramedia BP. Mungkin karena mall ini tidak terlalu ramai, jadi pas untuk tempat syuting.

Kami sempatkan makan siang dulu di sana. Menu yang kami pesan ternyata lumayan enak juga untuk ukuran makanan cepat saji di sana. Mesan ayam bumbu bali plus ayam sambal. Setelah perut terisi.Kami pun beranjak pulang. Sekali lagi kamu melewati J.co dan otomatis melewati peralatan shooting itu lagi.

Namun Kali ini tampaknya proses shooting telah berjalan. Dapat dilihat dengan banyaknya orang disekitar yang melihat proses shooting tersebut. Hingga hampir tidak ada jalan untuk kami lewat.

tetep.. BBM-an biar kagak mati gaya !! ahahaasik

Memang saya akui, salah satu keunggulan sekolah di daerah Jakarta Selatan atau Tangerang Selatan itu lebih besar kemungkinan ketemu dengan artis. Entah di jalan, di mall, atau di Kantor Polisi.. Hehehe

Oh ya, satu lagi .. Ternyata orang itu kalo ada di TV belum tentu terlihat sama ketika kita melihat di dunia nyata. Saya sempat hampir mau ketawa ketika ada teman yang sehabis melihat si Tyas Mirasih ini, berceletuk, si Tyas ini klo dilihat asli lebih serem … Hahahaha ,, ada-ada saja