Get your own luck, get it from people who already success by read a good book

Look how Jack is soo enthusiastic reaching  his target

Look how Jack is soo enthusiastic reaching his target

Hello people, I’m back and now I want to inform you a phrase “You are what you read”. Hey! Maybe some of you had already known it. But yes, that’s the fact. If you want something in your life to happened to you, for example you want to be a success businessman, one way to get it is by read a book about it, by read some good business book. You stick to that way, and let’s see what it can affect what you do and what you think. Baca lebih lanjut

Our Sunday Adventure

Hi gendot

Hi gendot

Kali ini saya memposting sebuah cerita petualangan saya bersama seseorang yang sangat spesial. Baru saja kemaren minggu saya berkencan dengan pacar saya yang sangat manis, tembem dan gendut itu. Setelah dua minggu tidak bisa bertemu karena saya harus ke Bandung karena ada urusan keluarga. Tidak seperti biasanya yang setiap akhir minggu selalu saya sempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah dia di Ciganjur, Ragunan. Untuk mengajak jalan keluar atau sekedar menemani dia seharian dirumah.

Tentu saja rasa rindu dihati lebih besar daripada biasanya. Setelah 2 minggu tidak bertemu, ditambah kerjaan, tim KS, harus balik ke Jakarta pada hari Sabtu siang. Niat ingin bertemu sore harinya, namun sore itu Jakarta hujan deras hingga malam hari. Hari itu pun saya tidak bisa berkunjung ke rumahnya. Lebih baik saya menyimpan tenaga untuk esok harinya. Walaupun itu saya berat memutuskannya. Untung pacar saya orangnya pengertian.

Minggu pagi setelah bersiap-siap, saya berangkat menuju rumahnya. Berangkat pagi memang lebih semangat. Bukankah begitu?

Saya pun akhirnya bertemu juga dengan wanita yang saya rindukan. Tidak lupa saya menyapa dan berbincang dengan ayah ibunya. Tetap, bagaimanapun kita harus memberikan rasa hormat dan menjaga kepercayan yang telah beliau berikan. Hubungan akan terasa indah bila diiringi dengan restu dan doa orang tua. Jama’ah oh jama’ah! Alhamdu… lillaah!!

Mendadak jadi ustadz Nur Maulana

Mendadak jadi ustadz Nur Maulana

Baca lebih lanjut

After a long rest

Sekian lama saya tidak memposting apapun di blog ini. Bukannya tidak ada hal yang ingin saya tulis. Banyak, banyak hal yang selama ini telah dan sedang saya jalani.

Saya kira saya menikmati hal-hal yang sudah saya lakukan. Jujur banyak hal baru yang saya lakukan akhir-akhir ini. Baik mengunjungi tempat baru, aktivitas baru, tempat makan baru, dan pengalaman baru lainnya. Semua itu sebagian besar saya lakukan bersama seseorang yang sangat saya sayangi.

Kedatangan dia telah membuat hidup ini menjadi semakin berwarna. Dia banyak sekali memperlihatkan sifat dan karakter manusia yang membuat saya takjub dan senang selalu berada didekatnya. Terimakasih Tuhan telah mempertemukan saya dengan salah satu ciptaan-Mu yang maha indah ini.

Terdengar melankolis ya? haha,

ok, my blogging spirit feel like to rising again!! After we survive the 12-12-12 apocalypse!!

THIS IS SPARTAAA!

Semangat nge-blog saya sekarang seperti ini kira-kira

” Kita demo BBM-nya ramai-ramai, bukan mendemo kenaikannya. Kalau setiap kenaikan BBM didemo, kita hanya akan terampil berdemo. Tapi kalau BBM-nya yang kita musuhi, kita akan lebih kreatif mencari jalan keluar bagi bangsa ini ke depan. “

Catatan Dahlan Iskan

Minggu, 18 Maret 2012
Manufacturing Hope 18

Dukungan untuk lahirnya Putra Petir terus mengalir, sampai-sampai saya tak mampu membalas satu per satu email yang masuk. Tak hanya dari seluruh Indonesia, tanggapan juga datang dari mancaneragara.

Putra-putra petir yang sekarang bekerja di luar negeri terlihat antusiastis. Seorang doktor yang sejak S-1 sudah belajar di Jepang menulis bahwa kelahiran Putra Petir adalah keharusan.

Email juga datang dari ahli-ahli ITS Surabaya, ITB Bandung, UGM Jogjakarta, USU Medan, dan banyak lagi. Kiriman email dari luar kampus juga sangat konkret.

Seorang ahli yang kini menekuni microturbine (turbin dan generatornya berada dalam satu kemasan kompak yang sistemnya sudah bisa menyerap panas mesin itu sendiri menjadi energi listrik tambahan), langsung melangkah. Dia akan membeli mobil Kijang untuk diganti mesinnya dengan mesin mobil listrik. Dalam dua bulan sudah akan jadi mobil listrik yang bisa saya pakai ke kantor.

Saya sampaikan padanya, jangan menggunakan merek mobil yang sudah ada…

Lihat pos aslinya 1.715 kata lagi

Ganti Hati: Tantangan Jadi Menteri

Buku yang sangat menjelaskan bagaimana keseharian Pak DIS ( panggilan Dahlan Iskan) selama beberapa bulan menjadi menteri BUMN dan flashback kesehariannya selama menjabat menjadi CEO PLN selama 2 tahun kurang. Khusus pengalaman pak DIS selama berada di PLN dapat anda baca di buku “Dua Tangis dan SEribu Tawa”. Review buku tersebut pernah saya tulis di sini. Oh ya , sayangnya aksi pak DIS yang mengamuk di gerbang tol itu belum dijelaskan disini. Mungkin akan hadir di karya selanjutnya. Kita tunggu saja.. hhehe

Memang saya tidak memiliki buku ini. Saya membaca buku teman saya. Kebetulan dia dari dulu sudah suka dengan tulisan2 pak DIS. Bahkan ketika masih di muat dikoran saja, dia sudah mengikutinya.

Saya pun membacanya buku yang baru terbitkan pada Rabu (29/2/2012) , tak terasa sudah sebagian besar buku ini sudah saya baca. Sangat menarik.

Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jokob Oetama, menyerahkan buku kepada sang penulis yaitu Menteri BUMN Dahlan Iskan, di acara peluncuran 3 buku, tulisannya berjudul, Dua Tangis dan Ribuan Tawa, Ganti Hati serta Tidak Ada yang Tidak Bisa, di Kompas Gramedia Fair, Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Rabu (29/2/2012)

Juga cerita Pak DIS selama proses ganti hati di Cina juga ada disini. Hebatnya semua dijelaskan secara terinci, dengan sudut pandang pak DIS sendiri. Bagaimana dia tinggal di kamar rumah sakit hingga masuk ke kamar operasi.

Buku yang harus, menurut saya, untuk dikoleksi bagi para penggemar tulisan beliau. Bahasa yang sangat informatif ditambah foto-foto berwarna di bagian tengah buku, dapat memberikan gambaran secara tepat bagaimana keadaan pas DIS selama proses ganti hati.

Juga terdapat sms dan email dari orang-orang yang memberikan dukungan atau sekedar bertanya masalah lain. Dan tentu dijawab oleh beliau. walau tak selalu dijawab serius oleh nya. hhehe

FTV shooting di Bintaro Plaza

Rabu, 21 Maret 2011, pukul 13.30 saya baru saja menyelesaikan kuliah hari ini. Kebetulan saya tidak lansung pulang. Ada teman yang ingin ke Bintaro Plaza untuk mengambil Laptopnya yang diservis disana. Saya pun menemaninya, sekalian mau tau tempat service laptop di BP. Siapa tau suatu saat laptop saya juga harus diservis.

Ketika hendak pulang, kami melihat di sekitaran J.co bintaro plaza terdapat shooting set. Peralatan merekam adegan film, lengkap dengan kamera, lighting, dan rail. Pemandangan yang sudah biasa terjadi di BP. Sebenarnya tidak cuma sekali saya melihat persiapan seperti ini di bp. Sebelumnya juga pernah melihat waktu jalan2 di Gramedia BP. Mungkin karena mall ini tidak terlalu ramai, jadi pas untuk tempat syuting.

Kami sempatkan makan siang dulu di sana. Menu yang kami pesan ternyata lumayan enak juga untuk ukuran makanan cepat saji di sana. Mesan ayam bumbu bali plus ayam sambal. Setelah perut terisi.Kami pun beranjak pulang. Sekali lagi kamu melewati J.co dan otomatis melewati peralatan shooting itu lagi.

Namun Kali ini tampaknya proses shooting telah berjalan. Dapat dilihat dengan banyaknya orang disekitar yang melihat proses shooting tersebut. Hingga hampir tidak ada jalan untuk kami lewat.

tetep.. BBM-an biar kagak mati gaya !! ahahaasik

Memang saya akui, salah satu keunggulan sekolah di daerah Jakarta Selatan atau Tangerang Selatan itu lebih besar kemungkinan ketemu dengan artis. Entah di jalan, di mall, atau di Kantor Polisi.. Hehehe

Oh ya, satu lagi .. Ternyata orang itu kalo ada di TV belum tentu terlihat sama ketika kita melihat di dunia nyata. Saya sempat hampir mau ketawa ketika ada teman yang sehabis melihat si Tyas Mirasih ini, berceletuk, si Tyas ini klo dilihat asli lebih serem … Hahahaha ,, ada-ada saja

First novel I bought

Sudah cukup lama saya biarkan blog ini terdiam, mati suri. Hanya sesekali saya buka untuk melihat apakah ada komen yang harus diapprove. Cukup takjub juga masih banyak yang masih rela datang ke blog ini perharinya.

Akhir-akhir ini pekerjaan yang saya lakukan selama liburan adalah membaca novel. Dulu sih pernah baca, novel Harry Potter. Itupun mungkin karena liat filmnya yang bagus jadi pingin liat cerita novelnya. Selain itu? saya tidak tertarik sama novel.

Berawal dari “5cm” yang saya pinjam dari teman, muncul kembali ketertarikan saya dalam membaca novel. Karya anak bangsa yang tidak kalah bagus dengan novel Harry Potter, pikir saya. Selesai membaca. Saya mencoba mencari bacaan lain. Pergi ke toko buku dan setelah melihat-lihat cukup lama, saya memutuskan dengan mantab untuk membeli “Negeri van Oranje”. Novel yang saya pertama saya beli (masih dengan uang dari orangtua).

Novel dengan informasi sangat detail. Mirip Travelling Guide malah. Namun ceritanya , tetap, sangat sarat akan makna.

Selesai membaca. Saya meminjam “Madre” dari teman saya(lagi)…

I am still reading it..

Well , sekarang saya sudah membaca sebagian isi dari Madre. Isinya sebenarnya bagus, cerita tentang adonan roti dan sebuah keluarga pembuat roti. Cerita yang orisinil. Namun saya kaget, ternyata ceritanya cukup pendek. Hanya setengah dari buku yang berhalaman sekitar 200-an halaman ini. Sisanya adalah kumpulan prosa maupun cerita pendek.

Sebenarnya saya tidak menduga cerita pertama berhenti ditengah buku. Tapi, gakpapalah. Toh ini juga saya minjem dari temen,, hehehe . Enaknya punya banyak temen ya ini ..

Sekarang saya ingin melanjutkan membaca bukunya Dahlan Iskan “Dua Tangis dan Seribu Tawa”. Sebuah CEO notes Dahlan Iskan selama menjabat menjadi Direktur PLN. Cukup Inspiratif membaca gaya kepemimpinan Dahlan Iskan yang praktis namun penuh perhitungan.

Dan akhirnya, selesai sudah saya membaca 2 tangis dan 1000 tawa…

banyak hal yang dapat di petik dalam buku ini, thx Pak Dis atas tulisannya …